Berita

Poktan Tulen Patuh Eksplorasi Agens Pengendali Hayati untuk Mendukung Pertanian Ramah Lingkungan
Blog Single

Poktan Tulen Patuh Eksplorasi Agens Pengendali Hayati untuk Mendukung Pertanian Ramah Lingkungan

SUKARARA, JONGGAT – Kelompok Tani (Poktan) Tulen Patuh Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, bersama Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) BPP Jonggat melaksanakan kegiatan eksplorasi Agens Pengendali Hayati (APH) sebagai upaya mendorong penerapan pertanian ramah lingkungan dan mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia sintetis.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pemberdayaan Petani dalam Pengembangan dan Pemanfaatan Agens Pengendali Hayati (P4). Eksplorasi dilakukan dengan memanfaatkan sumber daya mikroorganisme yang tersedia secara alami di lingkungan sekitar lahan pertanian.

Dalam kegiatan ini, petani bersama POPT mengeksplorasi dua jenis jamur yang berpotensi dimanfaatkan sebagai APH, yaitu Trichoderma spp. sebagai jamur antagonis dan Metarhizium spp. sebagai jamur entomopatogen pengendali hama serangga.

Eksplorasi Trichoderma dengan Perangkap Alami

Eksplorasi Trichoderma dilakukan dengan mengambil sampel tanah dari sekitar perakaran bambu pada kedalaman kurang lebih 30 cm. Kedalaman tersebut dipilih sebagai lokasi pengambilan sumber inokulum mikroorganisme alami di sekitar perakaran.

Selain pengambilan sampel tanah, dilakukan pula pemasangan perangkap alami menggunakan batok kelapa dan potongan bumbung bambu. Bahan tersebut dibelah atau dibuka, kemudian dikuburkan pada kedalaman kurang lebih 30 cm tanpa tambahan media.

Sampel selanjutnya digunakan dalam metode layering, yaitu penyusunan media tumbuh secara berlapis di dalam wadah tahan panas atau thinwall. Lapisan dasar berupa tanah dari perakaran bambu, kemudian dilanjutkan dengan nasi matang sebagai sumber nutrisi, daun bambu muda sebagai bagian dari lingkungan mikro, dan tisu pada bagian atas untuk membantu mengatur kelembapan.

Wadah kemudian disimpan pada suhu ruang untuk mengamati pertumbuhan mikroorganisme. Pertumbuhan miselium atau spora berwarna hijau menjadi salah satu indikasi yang diamati dalam proses eksplorasi Trichoderma dan selanjutnya dapat ditindaklanjuti melalui proses isolasi dan identifikasi.

Eksplorasi Metarhizium Menggunakan Umpan Hidup


Sementara itu, eksplorasi jamur entomopatogen Metarhizium spp. dilakukan menggunakan metode insect baiting atau umpan hidup.

Sampel tanah dari sekitar perakaran bambu dan rizosfer pohon pisang dimasukkan ke dalam wadah transparan. Selanjutnya, ulat hongkong (Tenebrio molitor) digunakan sebagai organisme umpan untuk membantu mendeteksi keberadaan jamur entomopatogen di dalam sampel tanah.

Ulat yang menunjukkan gejala infeksi kemudian diamati dan ditindaklanjuti sebagai bagian dari proses isolasi jamur entomopatogen. Apabila teridentifikasi terinfeksi Metarhizium spp., sampel tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai sumber APH di Laboratorium Mini Pusat Pengembangan Agens Hayati (PPAH) Desa Sukarara.

Mendorong Kemandirian Petani Berbasis Sains Lokal



Kegiatan eksplorasi APH yang dilakukan Poktan Tulen Patuh menunjukkan bahwa pemanfaatan mikroorganisme lokal dapat dipelajari dan dikembangkan bersama oleh petani dengan pendampingan petugas.

Melalui pendekatan sederhana, bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari proses eksplorasi APH. Pengetahuan tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas petani dalam mengenali potensi mikroorganisme lokal, tetapi juga menjadi langkah awal menuju pengelolaan organisme pengganggu tumbuhan yang lebih ramah lingkungan.

Hasil eksplorasi selanjutnya diharapkan dapat dikembangkan di PPAH Desa Sukarara untuk mendukung pengawalan pertanaman, khususnya pada pola rotasi padi–padi–kedelai.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian petani dalam menyediakan dan memanfaatkan APH secara berkelanjutan, dengan tetap mengedepankan pendampingan teknis serta proses identifikasi dan pengembangan yang tepat.

Sumber: BPP Jonggat – Karima Amalia, POPT Jonggat

Related Posts: