Berita

Dinas Pertanian Lombok Tengah Publikasikan Hasil Pendataan Petani dan Buruh Tani Tembakau Batch 1 Tahun 2025
Blog Single

Dinas Pertanian Lombok Tengah Publikasikan Hasil Pendataan Petani dan Buruh Tani Tembakau Batch 1 Tahun 2025

Praya, 29 Januari 2026 – Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah secara resmi mempublikasikan hasil Pendataan Petani dan Buruh Tani Tembakau Tahun 2025 (Batch 1) pada Kamis, 29 Januari 2026. Publikasi ini menjadi langkah awal dalam membangun basis data tembakau yang valid, terintegrasi, dan berkelanjutan sebagai fondasi perencanaan pembangunan sektor tembakau di daerah.

Berdasarkan hasil tabulasi Batch 1, tercatat sebanyak 37.038 orang pelaku sektor tembakau, yang terdiri dari 14.534 petani, 2.470 petani sekaligus buruh tani, dan 20.034 buruh tani. Data ini mencerminkan bahwa sektor tembakau masih menjadi salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat pedesaan serta penyerap tenaga kerja yang signifikan di Kabupaten Lombok Tengah.

Namun demikian, perlu ditekankan bahwa data ini baru mencakup sebagian dari keseluruhan populasi petani dan buruh tani tembakau di Lombok Tengah, yang diperkirakan mencapai sekitar 58.000 orang. Oleh karena itu, pendataan akan dilanjutkan pada Batch 2 guna melengkapi dan memutakhirkan basis data secara menyeluruh.

Sebaran Wilayah dan Konsentrasi Petani

Dari sisi sebaran wilayah, kecamatan Janapria, Praya Timur, dan Pujut tercatat sebagai pusat utama kegiatan usaha tembakau, baik dari sisi jumlah petani, buruh tani, maupun luas tanam. Wilayah-wilayah ini menjadi episentrum produksi tembakau sekaligus fokus utama dalam perencanaan program pembinaan dan pengembangan.

Profil Usia: Dominasi Usia Produktif, Tantangan Regenerasi

Hasil tabulasi menunjukkan bahwa mayoritas petani dan buruh tani berada pada kelompok usia 35–55 tahun, yang mencerminkan dominasi usia produktif dalam sektor tembakau. Sementara itu, partisipasi kelompok usia di bawah 35 tahun masih relatif terbatas. Kondisi ini menjadi sinyal penting perlunya strategi regenerasi petani, agar keberlanjutan usaha tembakau tetap terjaga di masa depan.

Peran Gender: Perempuan Semakin Signifikan

Dari sisi jenis kelamin, petani tembakau masih didominasi oleh laki-laki. Namun, keterlibatan perempuan cukup tinggi, khususnya pada kelompok buruh tani, bahkan pada beberapa kecamatan jumlah buruh tani perempuan melampaui laki-laki. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan memegang peran strategis dalam rantai produksi tembakau, mulai dari budidaya hingga pascapanen.

Pendidikan: Tantangan dan Peluang Peningkatan Kapasitas

Data pendidikan menunjukkan bahwa sebagian besar petani dan buruh tani berada pada jenjang pendidikan dasar hingga menengah. Meskipun demikian, sudah terdapat sebagian kecil petani yang berpendidikan tinggi. Kondisi ini menjadi dasar kuat bagi Dinas Pertanian untuk memperkuat program pelatihan teknis, penyuluhan, literasi usaha, serta adopsi teknologi pertanian, agar produktivitas dan daya saing usaha tembakau terus meningkat.

Produktivitas dan Nilai Produksi

Dari aspek produksi, hasil tabulasi menunjukkan bahwa tembakau Virginia di Kabupaten Lombok Tengah pada Batch 1 mencatatkan luas tanam lebih dari 840 ribu are, dengan volume produksi sekitar 478 ribu kuintal, dan nilai produksi mencapai lebih dari Rp400 miliar. Angka ini mencerminkan besarnya kontribusi subsektor tembakau terhadap perekonomian daerah, baik dari sisi pendapatan petani, penyerapan tenaga kerja, maupun kontribusi terhadap penerimaan daerah, termasuk Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Akses Pembiayaan dan Penggunaan Sarana Produksi

Tabulasi juga menunjukkan bahwa sebagian besar petani masih memiliki keterbatasan dalam akses pembiayaan formal, baik melalui perbankan maupun lembaga keuangan lainnya. Di sisi lain, penggunaan sarana produksi seperti pestisida masih cukup tinggi, yang menjadi perhatian dalam rangka mendorong praktik budidaya yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Komitmen Berkelanjutan dan Tahapan Lanjutan

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah menegaskan bahwa pendataan ini bukan sekadar kegiatan statistik, tetapi merupakan fondasi kebijakan pembangunan tembakau yang lebih adil, tepat sasaran, dan berorientasi pada kesejahteraan petani.

“Data Batch 1 ini menjadi pijakan awal. Selanjutnya, melalui pendataan Batch 2, kami akan melengkapi data hingga mencakup seluruh petani dan buruh tani tembakau di Lombok Tengah, sehingga kebijakan dan program yang disusun benar-benar berbasis kondisi riil lapangan,” ujarnya.

Melalui publikasi ini, Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah mengajak seluruh pemangku kepentingan, termasuk petani, pelaku usaha, pemerintah desa, dan mitra pembangunan, untuk bersama-sama mendukung penguatan sektor tembakau yang berkelanjutan, berdaya saing, dan menyejahterakan masyarakat.

Related Posts: