Berita

PELATIHAN GOOD TOBACCO FARMING PRACTICES
Blog Single

PELATIHAN GOOD TOBACCO FARMING PRACTICES

Lombok Tengah  – Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah melalui dukungan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2026 melaksanakan kegiatan Pelatihan Teknik Budidaya Tembakau yang Baik (Good Tobacco Farming Practices/GTFP) pada tanggal 19–21 Mei 2026 bertempat di Raja Hotel Kuta Mandalika.

Kegiatan ini diikuti oleh 25 orang peserta yang terdiri dari pengurus dan anggota kelompok tani serta gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang berasal dari kecamatan-kecamatan sentra produksi tembakau di Kabupaten Lombok Tengah. Pelatihan menghadirkan narasumber dari Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah dan Widyaiswara Balai Pelatihan Pertanian dan Perkebunan (Bapeltanbun) Provinsi Nusa Tenggara Barat.


Pelatihan diselenggarakan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan teknik budidaya tembakau yang baik dan benar sesuai standar budidaya yang dianjurkan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memberikan pemahaman kepada petani mengenai penggunaan sarana produksi pertanian yang tepat, efektif, dan ramah lingkungan sehingga mampu meningkatkan kualitas maupun kuantitas hasil panen tembakau.


Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mendapatkan berbagai materi terkait Good Tobacco Farming Practices yang meliputi tahapan budidaya tembakau mulai dari persiapan lahan, pemilihan benih, pemeliharaan tanaman, penggunaan pupuk yang tepat, pengendalian organisme pengganggu tanaman, hingga teknik panen dan penanganan pascapanen yang baik. Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, diskusi, tanya jawab, serta evaluasi pemahaman peserta.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah menyampaikan bahwa sektor tembakau merupakan salah satu komoditas strategis yang memberikan kontribusi penting terhadap perekonomian masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia petani menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung peningkatan produktivitas dan daya saing tembakau daerah.


“Melalui pelatihan ini diharapkan petani mampu menerapkan teknik budidaya yang sesuai standar sehingga menghasilkan tembakau berkualitas tinggi, memiliki nilai jual yang lebih baik, dan pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan petani,” ujarnya.

Selain memperoleh materi pelatihan, peserta juga mendapatkan berbagai fasilitas pendukung berupa akomodasi, konsumsi, perlengkapan pelatihan, seragam, alat tulis, dan sertifikat sebagai bentuk pengakuan atas partisipasi mereka dalam kegiatan tersebut.

Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai penerapan budidaya tembakau yang baik dan berkelanjutan. Para peserta juga menunjukkan komitmen untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh pada lahan usaha taninya masing-masing.

Melalui kegiatan ini, Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Tengah berharap tercipta peningkatan produktivitas dan kualitas hasil tembakau, sekaligus memperkuat daya saing komoditas tembakau daerah sebagai salah satu sektor unggulan yang mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat secara berkelanjutan.


Related Posts: